ANTAREJA ANTASENA PDF

Asal-Usul[ sunting sunting sumber ] Antareja adalah putra sulung Bimasena yang lahir dari Nagagini putri Batara Anantaboga , dewa bangsa ular. Perkawinan Bima dan Nagagini dalam lakon Bale Sigala-gala terjadi setelah Pandawa selamat dalam peristiwa terbakarnya Bale Sigala-gala yang dibuat Kurawa untuk membunuh Pandawa Bima kemudian meninggalkan Nagagini dalam keadaan mengandung. Antareja lahir dan dibesarkan oleh Nagagini sampai ketika dewasa ia memutuskan untuk mencari ayah kandungnya. Di tengah jalan Antareja menemukan mayat seorang wanita yang dimuat dalam perahu tanpa pengemudi. Dengan menggunakan Napakawaca, Antareja menghidupkan wanita tersebut, yang tidak lain adalah Sembadra istri Arjuna. Tiba-tiba muncul Gatutkaca menyerang Antareja.

Author:Taumuro Dailrajas
Country:Monaco
Language:English (Spanish)
Genre:Science
Published (Last):27 April 2015
Pages:225
PDF File Size:3.41 Mb
ePub File Size:20.34 Mb
ISBN:571-5-11295-378-1
Downloads:73163
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Dazragore



Saat itu Werkudara diadu dengan duryudana, karena kalah dalam menggunakan gada, Duryudana sakit hati. Ia menyuruh Dursasana agar melenyapkan Werkudara. Dursasana pura-pura mengadakan pesta memeriahkan pendadaran siswa Sokalima tadi. Dalam pesta itu Werkudara memeriahkan pendadaran siswa Sokalima tadi. Dalam pesta itu Werkudara diajak minum tuak. Karena terlalu banyak minum, Aryaa Sena mabuk dan jatuh pingsan.

Dalam keadaan pingsan itulah tubuh Sena diikat lalu diceburkan ke dalam sungai Jamuna. Tubuh Bima hanyut hingga ke Kisik narmada pertemuan sungai Jamuna dan sungai Gangga.

Bersamaan lahirnya Antasena, kahyangan Suralaya sedang digempur angkatan dari Girikadasar di bawah kekuasaan raja Kalalodra. Dengan keberhasilan menumpas musuh dewa tersebut, Resi Mintuna kakek Antasena diangkat menjadi dewa menguasai ikan dengan gelar Batara Baruna.

Ketika Resi Bisma menyelenggarakan perlombaan membuat sungai menuju bengawan Gangga, Kurawa dan Pandawa saling berlomba. Werkudara dibantu pasukan dari Kisik Narmada yang dipimpin oleh Antasena berhasil membuat sungai yang kemudian oleh Bisma diberi nama Sungai Serayu. Kurawa hanya mampu membuat sungai yang tembus ke kali Serayu, maka sungai itu dinamakan Kelawing atau terbalik.

Nama Kelawing dalam pedalangan disebut Kali Cingcinggoling. Ketika usai perlombaan, Kurawa yang sakit hati kembali berusaha ingin membinasakn Pandawa. Ia bersekutu dengan raja Girisamodra Prabu Gangga Trimuka. Atas bujuk Sengkuni, Gangga Trimuka akan menguasai Tribuwana jika dapat membunuh padanwa sebagai tumbalnya.

Prabu Gangga Trimuka kemudian menangkap Pandawa dan dipenjara ke dalam gedung kaca bernama Kongedah, sehingga Pandawa mati lemas di dalam penjara gedung kaca tadi. Mengetahui Pnadawa dipenjara, Antasena melabrak raja Girisamodra. Prabu Gangga Trimuka dibinasakan dengan belai upas sungut upas Jw. Melihat kondisi Pandawa mati lemas, Antasena segera menghidupkan kembali dengan air kehidupan Madusena.

Atas kemufakatan Pandawa, negara Girisamodra kemudian diserahkan kepada Antasena. Tidak berbeda dengan Antareja, kakaknya. Antasena juga memiliki sisik pada kulitnya yang berfungsi untuk menangkal senjata tajam. Keduanya juga dapat membenamkan diri ke dalam tanah dan tak akan mati jika tubuhnya masih menyinggung air ataupun tanah.

Akhir riwayat Antasena diceritakan sebagai berikut: Pada waktu perang bharatayudha hampir terjadi, Antasena menghadap Sanghyang Wenang di kahyangan Alang-alang Kumitir. Sanghyang Wenang menjelaskan bahwa Antasena tidak terdaftar di dalam kitab Jitapsara, bahakan oleh Sanghyang Wenang, ia dilarang terjun ke medan tempur. Apabila Antasena terjun, Pandawa justru akan mengalami kekalahan. Antasena dianjurkan menjadi tawur keluarga demi kejayaan Pandawa, akhirnya putra Bima itupun menurut.

Sanghyang Wenang lalu memandang tubuh Antasena, yang semakin lama semakin kecil lalu hilang muksa ke alam nirwana. Tokoh ini paling sakti di antara tiga putra Bima. Jika Gatotkaca mampu terbang di udara dan Antareja mampu ambles bumi hidup di bawah tanah , Antasena mampu terbang di udara, ambles bumi, dan menyelam.

Sama seperti ayahnya, Antasena tidak bisa berbahasa santun ngoko. Kendati demikian, Antasena berhati baik dan paling bijak di antara putra-putra Pandawa. Ia memiliki tubuh bersisik bagaikan udang dan tidak mempan ditusuk senjata. Antasena beristrikan Dewi Jenakawati, putri Arjuna. Ia tidak ikut berperang di Bharatayudha. Bersama Wisanggeni, mereka menjadi tumbal agar Pandawa menang melawan Korawa. Syahdan, hal ini merupakan taktik yang diambil Kresna karena Antasena tidak terkalahkan.

Hal ini akan membuat pertempuran tidak berimbang. Ada juga versi yang menyebutkan, Kresna takut karena dalam rencana dewa, Antasena akan bertanding dengan kakaknya, Baladewa. Anantasena berwatak jujur, terus terang, bersahaja, berani kerena membela kebenaran, tidak pernah berdusta. Setelah dewasa, Anantasena menjadi raja di negara Dasarsamodra, bekas negaranya Prabu Ganggatrimuka yang mati terbunuh dalam peperangan.

Anatasena meninggal sebelum perang Bharatayudha.

BARWA W GRAFICE KOMPUTEROWEJ PASTUSZAK PDF

Antareja dan Antasena, Saudara Tiri Gatotkaca yang Juga Sakti

Tetapi oleh sebagian dalang yang lain, yaitu gagrak Yogyakarta, dianggap berbeda. Pendapat yang kedua menganggap Antareja adalah kakak Antasena. Sementara itu menurut Pustakaraja, Antareja adalah nama Antasena setelah dewasa. Jadi, seperti halnya panggilan Bratasena ketika Bima masih muda.

BHARATHIYAR PAADALGAL PDF

Antareja gugur

Dalam pertemuan itu mereka membahas tentang negara saingan, yaitu Kerajaan Amarta yang sekarang memiliki senapati baru, yaitu Arya Gatutkaca. Patih Sangkuni bercerita bahwa tiga bulan yang lalu dirinya telah menghasut Prabu Boma Narakasura agar merebut jabatan senapati tersebut. Apabila Prabu Boma berhasil menduduki jabatan sebagai senapati Kerajaan Amarta, maka kelak saat meletus Perang Bratayuda, tentu ia akan menggiring pasukan Pandawa untuk berbalik memihak Kurawa. Dengan demikian, para Pandawa akan kehilangan kekuatan karena bala tentaranya berada di bawah kendali Prabu Boma Narakasura.

Related Articles