BAKTERIOSIN ADALAH PDF

Faegar Based on the research it was found that the higher concentration of sweet potato flour resulting in the reduction of pore diameter but significantly increased in the number of pores, and followed by decreased levels of development and increased hardness, cohesiveness, springiness, chewiness, and baking loss. It was made by submerged yellow bamboo shoots in 2. Diharapkan BAL yang diperoleh mempunyai potensi antimikroba dapat dirangsang untuk menghasilkan senyawa antimikroba yang dapat diaplikasikan untuk bidang pangan dan kesehatan. Increasing yellowness occurs along with the increasing concentration of beta-carotene, is followed by increasing antioxidant activity.

Author:Nigore Guran
Country:Malaysia
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):13 July 2018
Pages:369
PDF File Size:9.33 Mb
ePub File Size:6.95 Mb
ISBN:669-6-29190-617-7
Downloads:75553
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Jurr



Pada penyakit botilismus dan disentri basiler masuknya eksotoksin dari usus. Menurut Erlich, eksotoksin mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: a. Toksin mudah larut dalam air b. Toksin termasuk golongan protein, meskipun tidak memberi semua reaksi dari putih telur dengan larutan sulfas magnecicus yang pekat membuat endap.

Toksin bila disuntikkan pada organisme yang peka, maka akan menjadi sakit sesudah masa inkubasi tertentu, dengan menunjukkan gejala-gejala tertentu serta mengenai alat-alat tertentu. Kekuatan toksin untuk menimbulkan sakit dapat hilang jika dipanasi pada C, jadi bersifat termolabil.

Toksin dapat hilang juga bila disimpan lama di kamar biasa atau dicampur dengan bahan-bahan kimia. Bila toksin disuntikkan pada organism, maka dalam tubuh organism tersebut akan membuat bahan-bahan penentang. Endotoksin Banyak bakteri-bakteri yang tidak menghasilkan eksotoksin, meskipun bakterinya sangat virulen. Dalam hal ini dianggap, bahwa bakteri-bakteri itu menimbulkan sakit, karena bahan-bahan yang keluar sesudah bakteri itu mati dan hancur. Yang menghancurkan mereka ialah zat-zat pertahanan tubuh.

Bahan-bahan yang beracun itu dinamakan endotoksin. Sifat-sifat umum dari endotoksin: a. Tahan panas atau termolabil, juga terhadap suhu yang tinggi, yang lazim dipergunakan dalam otoklaf.

Membikin sakit dengan gejala-gejala yang sama, sehingga tidak spesifik. Tidak ada periode inkubasi pada keracunan dengan endotoksin. Endotoksin adalah toksin yang merupakan bagian integral dari dinding sel bakteri Gram negatif, baik coccus maupun basil dan tidak mengaktifkan pelepasan dari sel. Aktivitas biologis dari endotoksin dihubungkan dengan keberadaan lipopolisakarida LPS. LPS merupakan komponen penyusun permukaan dari membran terluar outer membran bakteri Gram negatif seperti E.

LPS terletak pada membran terluar. Karena membran luar hanya dimiliki oleh bakteri Gram negatif, maka endotoksin dapat dikatakan sebagai toksin yang khas dimiliki oleh bakteri Gram negatif, bakteri Gram positif tidak mempunyai endotoksin. Komponen lipid A ini bukanlah struktur makromolekuler tunggal melainkan terdiri dari susunan kompleks dari residu-residu lipid. Endotoksin adalah LPS, sementara eksotoksin adalah polipetida.

Enzim-enzim yang menghasilkan LPS tersebut dikodekan oleh gen-gen pada kromosom bakteri daripada plasmid atau DNA bakteriofage yang biasanya mengkodekan eksotoksin.

Toksisitas endotoksin lebih rendah dibandingkan dengan eksotoksin, namun beberapa organisme memiliki endotoksin yang lebih efektif dibanding yang lain. Endotoksin adalah antigen yang lemah dan menginduksi antibodi dengan lemah sehingga tidak cocok digunakan sebagai antigen dalam vaksin.

Keberadaan endotoksin tanpa bakteri penghasilnya sudah cukup untuk menimbulkan gejala keracunan pada inang contohnya keracunan makanan karena endotoksin yang dihasilkan oleh bakteri Salmonella. Gejala penyakit karena aktivitas endotoksin LPS terjadi jika bakteri mati misalnya karena aktivitas antimikroba, aktivitas phagosit atau obat antibiotika dan mengalami lisis sehingga LPS akan dilepas ke lingkungan atau beberapa juga dilepaskan saat penggandaan bakteri.

Endotoksin akan memberi efek negatif jika terdapat dalam jumlah yang cukup besar. Karena bersifat non enzimatis, maka mekanisme reaksinya tidak spesifik. LPS menyerang sistim pertahanan tubuh sehingga menyebabkan timbulnya efek biologis dari endotoksin yaitu: a. Demam karena pelepasan makrofag oleh interleukin-1 yang beraksi karena pusat pengaturan temperatur hipotalamus. Selain itu, demam juga dapat disebabkan oleh karena endotoksin dapat memicu pelepasan protein pirogen endogen protein di dalam sel yang memengaruhi pusat pengatur suhu tubuh di dalam otak.

Hipotensi karena meningkatnya permeabilitas pembuluh darah. Aktivasi jalur alternatif dari jalur komplemen sehingga terjadi peradangan dan kerusakan jaringan. Aktivasi makrofag, peningkatan kemampuan fagosit, dan aktivasi dari banyak klon limfosit B sehingga meningkatkan produksi antibodi.

Peradangan, penurunan kadar besi dan pembekuan darah Efek langsung maupun tak langsung lain dari endotoksin termasuk stimulasi pembentukan sel granulosit, penggumpalan dan degenerasi dari sel trombosit. Percobaan menetapkan titer toksin Kekuatan toksin untuk membikin sakit dan mematikan organisme sangat besar. Lebih besar dari racun alkaloid, ialah dapat kali lebih kuat dari atropine atau kali dari strichiin. Jika misalnya kita membuat toksin dari Corynebacterium diphteriae dengan menumbuhkannya dalam media cair dan kemudian menyaring pertumbuhan tersebut dengan saringan Chamberland, maka DLMnya dari air saringan harus ditetapkan.

Untuk itu dapat dibuat larutan yang disuntikkan secara subkutan pada marmut yang beratnya gram dan ditunggu hasilnya selama 4 hari. Percobaan menetapkan titer toksin.

BAIXAR O MONGE EO EXECUTIVO PDF

BAKTERIOSIN ADALAH PDF

Kerusakan atau kebusukan ini dapat berlangsung cepat atau lambat, hal ini tergantung dari jenis bahan pangan yang bersangkutan dan kondisi lingkungan di mana bahan pangan tersebut berada. Faktor penyebab kerusakan yang terbesar adalah karena aktivitas enzim dan mikroorganisme atau mikroba. Untuk mencegah terjadinya kerusakan pada bahan pangan, perlu dilakukan pengendalian mikroba. Pengendalian pertumbuhan mikroba ini bertujuan untuk memperpanjang umur simpan suatu produk pangan dan untuk memperkecil resiko kerugian secara ekonomi. Cara yang umum dilakukan untuk mengendalikan pertumbuhan mikroba adalah dengan pemanasan, pendinginan, pengeringan, penambahan asam, gula, garam, pengasapan, serta penambahan bahan kimia dan radiasi.

JIMMY CORNELL WORLD CRUISING ROUTES PDF

POTENSI BAKTERIOSIN SEBAGAI BAHAN PENGAWET ALAMI

Jenis fermentasi asam laktat[ sunting sunting sumber ] Diagaram homofermentatif. Diagaram heterofermentatif. Fermentasi asam laktat terbagi menjadi dua jenis, yaitu homofermentatif sebagian besar hasil akhir merupakan asam laktat dan heterofermentatif hasil akhir berupa asam laktat , asam asetat , etanol dan CO2. Pola fermentasi ini dapat dibedakan dengan mengetahui keberadaan enzim-enzim yang berperan di dalam jalur metabolisme glikolisis. Pada heterofermentatif, tidak ada aldolase dan heksosa isomerase tetapi menggunakan enzim fosfoketolase dan menghasilkan CO2.

HISTORIETA 1811 PDF

Bakteri asam laktat

Pada penyakit botilismus dan disentri basiler masuknya eksotoksin dari usus. Menurut Erlich, eksotoksin mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: a. Toksin mudah larut dalam air b. Toksin termasuk golongan protein, meskipun tidak memberi semua reaksi dari putih telur dengan larutan sulfas magnecicus yang pekat membuat endap. Toksin bila disuntikkan pada organisme yang peka, maka akan menjadi sakit sesudah masa inkubasi tertentu, dengan menunjukkan gejala-gejala tertentu serta mengenai alat-alat tertentu.

DOKUMENT PRZEWOZOWY CMR PDF

Mereka umumnya dianggap sebagai antibiotik berspektrum sempit. Bacteriocin dapat disamakan cara kerjanya dengan ragi dan factor pembunuh pada paramecium, dan secara struktur, fungsi, dan lingkungannya beragam. Bacteriocins juga digunakan dalam dunia kedokteran interest in medicine because they are made by non-pathogenic bacteria that normally colonize the human body. Loss of these harmless bacteria following antibiotic use may allow opportunistic pathogenic bacteria to invade the human body.

Related Articles