CINTA DI UJUNG SAJADAH PDF

Terbukti dengan karya-karyanya berupa cerpen dan novel mendapatkan berbagai penghargaan. Selain menulis fiksi ataupun nonfiksi ia juga menulis sebuah lirik lagu yang sekarang menjadi sebuah sountrack novel. Novel ini merupakan salah satu novel lama favorit Asma Nadia. Karena isinya bukan hanya mementingkan romantisme cinta antara laki-laki dan perempuan saja, tetapi berbicara tentang cinta yang lebih luas. Cinta yang menyentuh kita sehari-hari. Cinta seorang ibu yang terkadang dimaknai oleh seorang anak.

Author:Mazugrel JoJokinos
Country:Republic of Macedonia
Language:English (Spanish)
Genre:Career
Published (Last):24 November 2018
Pages:345
PDF File Size:8.64 Mb
ePub File Size:12.65 Mb
ISBN:645-1-55318-649-2
Downloads:11224
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Melmaran



Latar Belakang Karya sastra adalah karya yang kreatif dan imajinatif, bukan semata-mata imitatif. Setiap unsur dalam karya sastra saling berkaitan dan mempunyai hubungan denganunsur lain. Akan tetapi bahasa yang mengandung makna lebih, sastra mempunyai nilaiyang dapat memperkaya rohani dan mutu kehidupan. Meski keselarasan yang ada dalam karyasastra tidak secara otomatis berhubungan dengan keselarasan yang ada dalam masyarakat tempatsastra itu lahir.

Novel adalah salah satu jenis karya sastra prosa yang memiliki jalinan cerita yang kompleks,kekompleksan dalam novel sering ditunjukkan dengan adanya konflik yang tidak hanya sekalimuncul dalam novel. Kekompleksan tersebut juga sering ditunjukkan dengan adanya keterkaitanstruktur dalam novel itu sendiri. Alasan mengapa peneliti memilih novel Cinta di Ujung Sajadah karena didalamnovel ini isinya bukan hanya mementingkan romantisme cinta antara laki-laki dan perempuan saja, tetapi berbicara tentang cinta yang lebih luas.

Cinta yang menyentuh kita sehari-hari. Cinta seorang ibu yang terkadang dimaknai oleh seorang anak. Novel ini membuat pembacanya mengikuti suasana novel. Sehingga tidak jarang ada bagian kisah yang membuat pembaca menguras air mata. Kisahnya yang sangat dramatis terasa begitu ringan dibaca, deskriptif, menarik, tetapi tidak mengurangi hikmah-hikmah yang terkandung dalam novel tersebut.

Harus diakui, dalam novel ini tidak hanya menghibur pembacanya. Melainkan juga dapat menjadi teladan bagi para pembacanya.

Lewat novel ini kita akan dibawa ke masa lalu, yaitu saat Cinta berusia belasan tahun. Latar belakang novel ini sendiri adalah di beberapa kota besar di pulau jawa. Seperti Bogor, Jakarta, Bandung, sampai Jogjakarta. Ceritanya yang deskirtif menggambarkan realitas keadaan di setiap kota yang dijelajahi Cinta ketika pencarian ibunya. Banyak konflik batin yang dialami Cinta sehingga membuat dirinya berubah menjadi lebih baik.

Menjadi semakin dekat kepada Allah, SWT. Selain itu karena sahabat - sahabat Cinta yang sangat mengerti arti persahabatan mengajarkan kita tentang sebuah kesetia kawanan. Namun kekurangannya dalam kisah ini tidak berakhir dengan kebahagiaan. Sehingga cukup menguras air mata. Walaupun begitu, kita dapat memetik banyak teladan baik itu dari sifat-sifat Cinta, maupun arti sebuah cinta seorang anak terhadap ibunya.

Masalah Penelitian Adapun masalah yang terdapat dalam makalah ini adalah: 1. Masalah apa yang terkandung dalam novel Cinta di Ujung Sajadah? Apa saja faktor yang mendorong penulis menuliskan novel Cinta di Ujung Sajadah? Untuk bisa mendiskripsikan Struktur novel Cinta di Ujung Sajadah 2.

Untuk mengetahui masalah yang terkandung novel Cinta di Ujung Sajadah. Novel adalah bentuk prosa baru yang melukiskan sebagian kehidupan pelaku utamanya yang terpenting, paling menarik, dan yang mengandung konflik. Konflik atau pergulatan jiwa tersebut mengakibatkan perobahan nasib pelaku. Biasanya novel lebih pendek daripada roman dan lebih panjang dari cerpen. Pengertian Novel menurut para ahli, yaitu: a. Menurut Jakob Sumardjo D.

Bentuk sastra ini paling banyak di cetak dan paling banyak beredar, lantaran daya komunitasnya yang luas pada masyarakat. Menurut Rostamji, M.

Pd novel adalah karya sastra yang mempunyai dua unsur, yaitu unsure intrinsik dan ekstrinsik yang kedua saling berhubungan karena sangat berpengaruh dalam kehadiran sebuah karya sastra. Tema Menurut Scharbach dalam Aminuddin , tema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperanan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang diciptakannya. Lebih lanjut Brooks berpendapat seperti yang dikutip Aminudddin , bahwa dalam mengapresiasi suatu cerita, apresiator harus memahami ilmu humanitas, karena tema sebenarnya merupakan pendalaman dan hasil kontemplasi pengarang yang berkaitan dengan masalah kemanusian serta masalah lain yang bersifat universal.

Tema sebagaimana pendapat Sudjiman merupakan sebuah gagasan yang mendasari karya sastra. Tema kadang-kadang di dukung oleh pelukisan latar, dalam karya yang lain tersirat dalam lakukan tokoh, atau dalam penokohan. Tema bahkan menjadi faktor yang mengikat peristiwa-peristiwa dalam satu alur.

Tema sebagaimana pendapat-pendapat di atas merupakan pemikiran pusat yang inklusif di dalam sebuah cerita karya sastra. Kedudukannya menyebar pada keseluruhan unsur-unsur signifikan karya sastra. Tema tersebut ada yang dinyatakan dengan jelas, ada pula yang dinyatakan secara simbolik atau tersembunyi Scharbach, Aminuddin merinci upaya pemahaman tema sebagai berikut: — Memahami setting dalam prosa fiksi yang dibaca — Memahami penokohan atau perwatakan para pelaku dalam prosa fiksi yang dibaca.

Selain upaya pemahaman tema seperti di atas, untuk memahami tema, seorang pembaca atau paresiator perlu juga memahami latar belakang kehidupan yang diungkapkan pengarang lewat prosa fiksi yang merupakan usaha pengarang dalam memahami keseluruhan masalah kehidupan yang berhubungan dengan keberadaan seorang individu maupun dalam hubungan antara individu dengan kelompok masyarakatnya. Tokoh Tokoh merupakan individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berlakuan dalam berbagai peristiwa dalam cerita.

Tokoh pada umumnya berwujud manusia, tetapi dapat juga berwujud binatang atau benda yang diinsankan Panuti Sudjiman, Tokoh merupakan bagian atau unsur dari suatu kebutuhan artistik yaitu karya sastra yang harus selalu menunjang kebutuhan artistik itu, Kennye dalam Panuti Sudjiman Penokohan dalam cerita rekaan dapat diklasifikasikan melalui jenis tokoh, kualitas tokoh, bentuk watak dan cara penampilannya.

Menurut jenisnya ada tokoh utama dan tokoh bawahan. Yang dimaksud dengan tokoh utama ialah tokoh yang aktif pada setiap peristiwa, sedangkan tokoh utama dalam peristiwa tertentu Stanton, Jika dilihat dari cara menampilkan tokohnya ada yang ditampilkan dengan cara analitik dan dramatik.

Penampilan secara analitik adalah pengarang langsung memaparkan karakter tokoh, misalnya disebutkan keras hati, keras kepala, penyayang dan sebagainya. Sedangkan penampilan yang dramatik, karakter tokohnya tidak digambarkan secara langsung, melainkan disampaikan melalui; 1 pilihan nama tokoh, 2 penggambaran fisik atau postur tubuh, dan 3 melalui dialog Atar Semi, Ada tiga cara yang digunakan pengarang untuk melukiskan watak tokoh cerita, yaitu dengan cara langsung, tidak langsung, dan kontekstual.

Pada pelukisan secara langsung, pengarang langsung melukiskan keadaan dan sifat si tokoh, misalnya cerewet, nakal, jelek, baik, atau berkulit hitam. Sebaliknya, pada pelukisan watak secara tidak langsung, pengarang secara tersamar memberitahukan keadaan tokoh cerita. Watak tokoh dapat disimpulkan dari pikiran, cakapan, dan tingkah laku tokoh, bahkan dari penampilannya. Watak tokoh juga dapat disimpulkan melalui tokoh lain yang menceritakan secara tidak langsung.

Pada Pelukisan kontekstual, watak tokoh dapat disimpulkan dari bahasa yang digunakan pengarang untuk mengacu kepada tokoh. Lebih lanjut Leo Hamalian dan Frederick R. Karel menjelaskan bahwa setting dalam karya fiksi bukan hanya berupa tempat, waktu, peristiwa, suasana serta benda-benda dalam lingkungan tertentu, melainkan juga dapat berupa suasana yang berhubungan dengan sikap, jalan pikiran, prasangka maupun gaya hidup suatu masyarakat dalam menanggapi suatu problema tertentu.

Setting dalam bentuk terakhir ini dapat dimasukkan ke dalam setting yang bersifat psikologis Aminuddin, Secara rinci Tarigan menjelaskan beberapa maksud dan tujuan pelukisan latar sebagai berikut : 2 Latar yang dapat dengan mudah dikenal kembali dan dilukiskan dengan terang dan jelas serta mudah diingat, biasanya cenderung untuk memperbesar keyakinan terhadap tokoh dan gerak serta tindakannya. Selain menjelaskan fungsi latar sebagai penggambaran tempat ruang dan waktu, latar juga sangat erat hubungannya dengan tokoh-tokoh cerita, karena tentangnya dapat mengekspresikan watak pelaku Wellek, Penggambaran latar yang tepat akan mampu memberikan suasana tertentu dan membuat cerita lebih hidup.

Dengan adanya penggambaran latar tersebut segala peristiwa, keadaan dan suasana yang dilakukan oleh para tokoh dapat dirasakan oleh pembaca. Alur Pengertian alur dalam cerita pendek atau dalam karya fiksi pada umumnya adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa, sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita Aminuddin, Alur atau plot adalah rentetan peristiwa yang membentuk struktur cerita, dimana peristiwa tersebut sambung sinambung berdasarkan hukum sebab-akibat Forster, Alur adalah struktur rangkaian kejadian dalam cerita yang disusun sebagai sebuah interelasi fungsional yang sekaligus menandai urutan bagian-bagian dalam keseluruhan fiksi Atar Semi, Alur merupakan kerangka dasar yang amat penting.

Alur mengatur bagaimana tindakan-tindakan harus bertalian satu sama lain, bagaimana satu peristiwa mempunyai hubungan dengan peristiwa lain, bagaimana tokoh digambarkan dan berperan dalam peristiwa itu yang semuanya terikat dalam suatu kesatuan waktu.

Alur plot merupakan unsur fiksi yang penting. Stanton : 14 mengemukakan plot adalah cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa yang satu disebabkan terjadinya peristiwa yang lain. Sudut pandang Cara pengarang menampilkan para pelaku dalam cerita yang dipaparkannya disebut sudut pandang, atau biasa diistilahkan dengan point of view Aminuddin, Pendapat tersebut dipertegas oleh Atar Semi yang menyebutkan istilah sudut pandang, atau point of view dengan istilah pusat pengisahan, yakni posisi dan penobatan diri pengarang dalam ceritanya, atau darimana pengarang melihat peristiwa-peristiwa yang terdapat dalam cerita itu.

Sudut pandang membedakan kepada pembaca, siapa menceritakan cerita, dan menentukan struktur gramatikal naratif. Siapa yang menceritakan cerita adalah sangat penting, dalam menentukan apa dalam cerita, pencerita yang berbeda akan melihat benda-benda secara berbeda pula Montaqua dan Henshaw, Lebih lanjut Atar Semi menegaskan bahwa titik kisah merupakan posisi dan penempatan pengarang dalam ceritanya.

Ia membedakan titik kisah menjadi empat jenis yang meliputi : 1 pengarang sebagai tokoh, 2 pengarang sebagai tokoh sampingan, 3 pengarang sebagai orang ketiga, 4 pengarang sebagai pemain dan narrator. Yang agak biasa adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi.

Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra. Beberapa pengertian sastra menurut para ahli , yaitu: a. Mursal Esten : 9 Sastra atau Kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia.

Semi : 8 Sastra. Plato Sastra adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan mimesis. Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra semakin rendah dan jauh dari dunia ide. Sapardi 1 Memaparkan bahwa sastra itu adalah lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai medium.

Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial. Hakikat Permasalahan Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung memengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra. Unsur ekstrinsik berperan sebagai unsur yang memengaruhi bangun sebuah cerita. Unsur-unsur ekstrinsik meliputi: a.

Nilai-nilai dalam cerita agama, budaya, politik, ekonomi ; b.

VIRIDARIUM UMBRIS PDF

SINOPSIS NOVEL CINTA DI UJUNG SAJADAH KARYA ASMA NADIA

Start your review of Cinta di Ujung Sajadah Write a review Jan 17, Ayla Zf rated it liked it Judul : Cinta di ujung Sajadah Oleh : Asma Nadia Tahun : Merupakan sebuah novel bergenre remaja dengan alur maju mundur, yang menceritakan kisah sederhana seorang gadis bernama cinta. Ia menjalani hari-hari nya tanpa merasakan kehangatan belaian kasih seorang ibu. Ia Hidup bersama ayah yang dingin- yang sayangnya sering tak berpihak padanya, bersama mama Alia ibu tirinya yang cuek dan 2 saudara tirinya Anggun Judul : Cinta di ujung Sajadah Oleh : Asma Nadia Tahun : Merupakan sebuah novel bergenre remaja dengan alur maju mundur, yang menceritakan kisah sederhana seorang gadis bernama cinta. Ia Hidup bersama ayah yang dingin- yang sayangnya sering tak berpihak padanya, bersama mama Alia ibu tirinya yang cuek dan 2 saudara tirinya Anggun dan Cantik yang selalu menghembuskan kebencian dan sering menyulut pertengkaran dengannya. Hanya Mbok Nah- seorang ibu tua yang kerja membantu di rumahnya lah yang menjadi sandarannya, pelindungnya,juga ibu kedua baginya.

EUCHEUMA SPINOSUM PDF

Cinta di Ujung Sajadah

Terbukti dengan karya-karyanya berupa cerpen dan novel mendapatkan berbagai penghargaan. Selain menulis fiksi ataupun nonfiksi ia juga menulis sebuah lirik lagu yang sekarang menjadi sebuah sountrack novel. Novel ini merupakan salah satu novel lama favorit Asma Nadia. Karena isinya bukan hanya mementingkan romantisme cinta antara laki-laki dan perempuan saja, tetapi berbicara tentang cinta yang lebih luas. Cinta yang menyentuh kita sehari-hari. Cinta seorang ibu yang terkadang dimaknai oleh seorang anak. Novel ini membuat pembacanya mengikuti suasana novel.

BAKTERI ENTEROBACTER SAKAZAKII PDF

.

Related Articles