DEMAM CHIKUNGUNYA PDF

January 20, Demam berdarah dan demam chikungunya merupakan dua jenis penyakit yang sama-sama ditularkan melalui gigitan nyamuk jenis aedes. Akan tetapi, kedua penyakit ini tidaklah sama. Demam berdarah dan chikungunya memiliki gejala dan pengobatan yang berbeda walau nyamuk yang meyebarkan virusnya sama jenisnya. Gejala Perbedaan pertama dari demam berdarah dan demam chikungunya adalah gejala yang nampak. Pada demam berdarah, gejala yang khas adalah demam tinggi yang akan turun, lalu kembali naik.

Author:Tot Kagam
Country:Saint Kitts and Nevis
Language:English (Spanish)
Genre:Finance
Published (Last):18 November 2018
Pages:308
PDF File Size:18.94 Mb
ePub File Size:19.88 Mb
ISBN:968-4-31642-756-9
Downloads:38025
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Arasho



January 20, Demam berdarah dan demam chikungunya merupakan dua jenis penyakit yang sama-sama ditularkan melalui gigitan nyamuk jenis aedes. Akan tetapi, kedua penyakit ini tidaklah sama. Demam berdarah dan chikungunya memiliki gejala dan pengobatan yang berbeda walau nyamuk yang meyebarkan virusnya sama jenisnya.

Gejala Perbedaan pertama dari demam berdarah dan demam chikungunya adalah gejala yang nampak. Pada demam berdarah, gejala yang khas adalah demam tinggi yang akan turun, lalu kembali naik. Selain itu, memang akan dirasakan gejala lain seperti mual, nyeri otot, dan nyeri pada persendian. Akan tetapi, nyeri pada persendian ini tidak separah demam chikungunya. Demam berdarah juga dikenal dengan efek shock yang terjadi pada masa kritis, yaitu ketikda demam turun.

Pada fase ini, shock syndrome akan menyebabkan penurunan suhu yang secara tiba-tiba. Namun di fase ini seringkali muncul gejala pendarahan, misalnya ruam merah, mimisan, muntah darah, dan sebagainya.

Sedangkan pada Demam Chikungunya , gejalanya sedikit berbeda. Demam biasa terjadi dengan suhu tinggi, namun pola demam tidak khas seperti kasus demam berdarah di atas. Demam ini bisa terjadi selama beberapa hari, lalu akan mereda. Selain itu juga bisa muncul ruam pada kulit, diiringi dengan gejala flu, mual dan muntah, dan kadang disertai dengan mata merah dan diare.

Gejala khas dari chikungunya adalah munculnya rasa sakit atau ngilu yang benar-benar hebat di persendian. Hal ini disebabkan karena kelenjar getah bening membesar. Sehingga banyak yang menyebut chikungunya sebagai flu tulang atau demam tulang. Pada kasus demam berdarah, organ yang diserang adalah pembuluh darah. Hal ini ditandai dengan sifat dinding pembuluh darah yang berubah, yaitu menjadi lebih mudah ditembus oleh cairan darah itu sendiri.

Penembusan atau perembesan plasma darah inilah yang menyebabkan berbagai gejala pendarahan yang sudah dijelaskan di tas.

Saat virus menyerang, maka akan muncul reaksi dari sistem pertahanan tubuh. Namun jika sistem pertahanan tubuh tidak kuat melawan virus yang ada, pembuluh darah akan mudah ditembus. Darah akan merembes ke bagian tubuh lain, hingga menyebabkan pendarahan dimana-mana. Bahkan darah juga bisa masuk ke organ tubuh lainnya. Sedangkan pada kasus demam chikungunya, bagian tubuh yang diserang adalah jaringan ikat sendi. Virus chikungunya tidak akan menyebabkan shock syndrome seperti pendarahan. Namun otot dan persendian akan terasa sangat sakit.

Penderita chikungunya menjadi tidak bisa bergerak dengan leluasa, juga tidak bisa berjalan. Akan tetapi, kondisi ini tidak akan menyebabkan kelumpuhan. Orang yang diduga menderita demam berdarah biasanya memang akan diperiksa darahnya. Tujuannya adalah untuk melihat kadar trombosit dalam darahnya, karena virus demam berdarah memang sering menyebabkan penurunan kadar trombosit. Pada pasien demam berdarah, hasil pemeriksaan laboratorium memang akan menunjukkan kadar trombosit yang menurun. Sedangkan pada kasus chikungunya, kadar trombosit tidak akan terpengaruh dengan adanya infeksi virus chikungunya.

Pengobatan Sebenarnya, baik demam berdarah maupun chikungunya, tidak ada pengobatan khusus yang bisa dilakukan. Kedua penyakit ini dapat diatasi dengan meminimalisir gejala yang ada. Misalnya dengan pemberian obat penurun demam dan pereda rasa sakit. Selain itu juga bisa dilakukan istirahat pada penderita sambil terus mengonsumsi cairan untuk mencegah efek samping dari dehidrasi.

Akan tetapi, pada kasus demam berdarah, apalagi yang sudah memasuki shock syndrome, beberapa penanganan medis bisa saja dilakukan. Misalnya dengan melakukan tranfusi darah, yaitu ketika kadar trombosit pada pasien terus menurun dan menyebabkan pasien kehilangan banyak darah akibat pendarahan internal yang terjadi. Bahaya demam berdarah akan muncul jika seseorang mengalami dengue shock syndrome. Bahkan hal ini dapat menyebabkan kematian. Selain itu, beberapa komplikasi demam berdarah yang bisa terjadi antara lain sebagai berikut.

Akan tetapi, chikungunya merupakan penyakit yang tidak mematikan seperti demam berdarah. Bahkan, chikungunya juga tidak akan menyebabkan kelumpuhan. Hanya saja ada beberapa orang yang tetap mengalami gejala nyeri pada persendian hingga bertahun-tahun lamanya setelah terserang chikungunya. Walau nyamuk yang menyebarkan kedua penyakit ini berasal dari jenis nyamuk aedes, akan tetapu keduanya sangat berbeda.

Semoga bermanfaat.

LOAN PORTFOLIO VALUE VASICEK PDF

Chikungunya

Spesies Virus Chikungunya Chikungunya ialah sejenis penyakit yang diakibatkan oleh alfavirus bawaan gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyelidikan terkini oleh Institut Pasteur di Paris menuntut bahawa virus ini telah mengalami mutasi yang membolehkannya untuk direbak oleh nyamuk Aedes Albopictus bahasa Inggeris : Tiger mosquito. Ini adalah punca wabak di Lautan Hindi dan ancaman di pantai Mediterranean pada masa ini. Chikungunya pertama kali dikesan melalui ujian darah di Tanzania pada tahun

LAZCANO ARAUJO EL ORIGEN DE LA VIDA PDF

5 Perbedaan Demam Berdarah dan Chikungunya

.

EL ESPEJISMO DEL DIABLO TESTIMONIO DE UN NARCO PDF

.

Related Articles